Peranserta pelajar dalam upaya penegakan HAM dilakukan sekolah dengan cara . A. Mendengarkan teman yang berpendapat B. Membiarkan teman bolos sekolah C. Memberi contekan saat ujian . Hak Asasi Manusia (HAM) - PKn SMA Kelas 11
1 peran serta pelajar dalam pemerintahan dapat diwujudkan dengan cara - 2546416 daffahfz daffahfz 24.04.2015 PPKn Sekolah Menengah Pertama terjawab 1. peran serta pelajar dalam pemerintahan dapat diwujudkan dengan cara a. ikut serta dalam kegiatan pemilu b. ikut penelitian untuk mengembangkan IPTEK c. mengkritik kebijakan pemerintah
Jikadigunakan secara berlebihan, zat atau bahan tersebut dapat membawa akibat yang sangat membahayakan fisik dan mental serta mengakibatkan kecanduan (addicted). Jumlah pecandu Narkoba di Indonesia terus meningkat pesat, dengan kelompok majoritas penduduk usia produktif dan pelajar yang berusia antara 11 sampai 24 tahun.
cash. bergabung dalam partai politik melakukan pemilihan untuk mengembangkan ilmu pengetahuan ikut serta dalam kegiatan pemilu bila usia telah memenuhi syarat mengkritik kebijakan pemerintah Semua jawaban benar Berdasarkan pilihan diatas, jawaban yang paling benar adalah C. ikut serta dalam kegiatan pemilu bila usia telah memenuhi syarat. Dari hasil voting 987 orang setuju jawaban C benar, dan 0 orang setuju jawaban C salah. Peran serta pelajar dalam pemerintahan dapat diwujudkan dengan ikut serta dalam kegiatan pemilu bila usia telah memenuhi syarat. Pembahasan dan Penjelasan Jawaban A. bergabung dalam partai politik menurut saya kurang tepat, karena kalau dibaca dari pertanyaanya jawaban ini tidak nyambung sama sekali. Jawaban B. melakukan pemilihan untuk mengembangkan ilmu pengetahuan menurut saya ini 100% salah, karena sudah melenceng jauh dari apa yang ditanyakan. Jawaban C. ikut serta dalam kegiatan pemilu bila usia telah memenuhi syarat menurut saya ini yang paling benar, karena kalau dibandingkan dengan pilihan yang lain, ini jawaban yang paling pas tepat, dan akurat. Jawaban D. mengkritik kebijakan pemerintah menurut saya ini salah, karena dari apa yang ditanyakan, sudah sangat jelas jawaban ini tidak saling berkaitan. Jawaban E. Semua jawaban benar menurut saya ini salah, karena setelah saya cari di google, jawaban tersebut lebih tepat digunkan untuk pertanyaan lain. Kesimpulan Dari penjelasan dan pembahasan diatas, bisa disimpulkan pilihan jawaban yang benar adalah C. ikut serta dalam kegiatan pemilu bila usia telah memenuhi syarat Jika masih punya pertanyaan lain, kalian bisa menanyakan melalui kolom komentar dibawah, terimakasih.
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas. Pelajar adalah sebutan kepada orang yang sedang menjalani proses pendidikan dan pembelajaran. Dalam interaksi sosial, pelajar merupakan lapisan yang istimewa. Hal ini dikarenakan fungsi startegis pelajar yaitu penyampai kebenaran, agen perubahan dan sebagai generasi penerus masa depan. Pelajar merupakan kalangan terdidik yang menjadi tumpuan serta harapan masyarakat dimasa yang akan datang. Baca juga Pentingnya Peran Pelajar dalam Perubahan Politik Ketatanegaraan IndonesiaNamun, meskipun demikian pelajar tidak boleh sedikitpun merasa ekslusif apalagi memiliki jarak dengan lapisan masyarakat. Pelajar harus bisa menyentuh lapisan masyarakat yang paling bawah, sebagai bentuk tanggungjawabnya atas segala pengetahuan dan ilmu yang dimilikinya. Dalam hal ini, pelajar bertanggung jawab untuk memanifestasikan pengetahuannya terhadap segala permasalahan yang terjadi di masyarakat. Proses pembelajaran dan pendidikan yang diterima oleh pelajar akan menghasilkan kemajuan berfikir. Keseriusan dalam menggali keilmuan serta keikhlasan dalam mengaplikasikannya di masyarakat merupakan dua hal utama yang harus dilakukan oleh pelajar. Dari sinilah peran pelajar terhadap masyarakat dapat dilakukan. Sebagai lapisan yang terdidik, pelajar seharusnya memberikan dampak baik terhadap masyarakat berupa perubahan disegala lini kehidupan. Perubahan yang dilakukan dapat meliputi kemajuan ekonomi, politik, sosial dan budaya, spiritual, kesehatan dan yang paling penting adalah kemajuan juga Peran Pelajar dalam Menghadapi GlobalisasiPelajar yang telah selesai masa pendidikannya memegang fungsi untuk menjadi penerus roda kehidupan bangsa. Pelajar tidak boleh lari dari realitas sebagai pemegang kontrol moral dan kontrol sosial dalam kehidupan bermasyarakat. Semakin tinggi keilmuan seorang pelajar, semakin besar tanggung jawabnya di masyarakat. Tanggung jawab tersebut meliputi kemampuan untuk memperbaiki kebobrokan moral dan akhlak masyarakat, mendorong masyarakat untuk memiliki pola berfikir yang lebih maju, serta meninggalkan cara-cara lama yang dapat menghambat kemajuan nalar dan cara berfikir ilmiah. Dalam konteks yang lebih besar, para pelajar bertanggung jawab di masa depan untuk menjaga eksistensi bangsa, meningkatkan kemajuan peradaban, membawa bangsa dan negaranya bersaing di kancah internasional tanpa melupakan nilai-nilai budaya, moril dan spiritual. Dalam usaha untuk mewujudkan peran-peran besar tersebut, setiap pelajar dituntut untuk memiliki kesadaran akan pentingnya ilmu pengetahuan sebagai cahaya perubahan. Semangat untuk menjiwai secara sungguh-sungguh segala proses pembelajaran harus ditanamkan dalam diri setiap pelajar. Baca juga Peran Pelajar dalam Mencegah Penyebaran Virus Covid-19Selanjutnya, dengan berbekal keilmuan, pelajar harus jeli melihat gejala sosial yang ada dan menempatkan analisa-analisa nya secara akurat terhadap pokok utama permasalahan masyarakat, sehingga dapat menghasilkan suatu inovasi gagasan yang menjawab persoalan masyarakat. Kesimpulannya, setiap pelajar harus bisa mengaktualisasikan diri dan pengetahuannya sebagai bentuk penghibahan diri kepada ibu kandungnya, yaitu masyarakat. “Pelajar yang tidak mampu membawa perubahan adalah pelajar yang menghianati ilmu pengetahuan”. Lihat Pendidikan Selengkapnya
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas. SDG's merupakan tujuan pembangunan berkelanjutan dunia dimana didalamnya terdapat salah satu tujuan di bidang pendidikan yaitu menciptakan pendidikan yang inklusif dan berkualitas pada tahun 2030. Pendidikan merupakan hal yang sangat dibutuhkan dalam suatu negara, karena pendidikan dapat mencetak generasi-generasi bangsa yang cerdas dan berbudaya. Banyak sekali masalah di bidang pendidikan yang harus diselesaikan oleh pemerintah, salah satunya yaitu pemerataan dan akses pendidikan. Masih banyak masyarakat Indonesia yang belum dapat mengenyam dunia pendidikan yang seharusnya, padahal pendidikan termasuk ke dalam hak asasi manusia yang harus didapatkan. Tulisan ini berisi serangkaian upaya yang dilakukan pemerintah untuk menciptakan pendidikan yang inklusif dan berkualitas. Selain peran pemerintah, keterlibatan mahasiswa sebagai agen perubahan amat diperlukan dalam berakhirnya era MDG's yang merupakan kependekan dari Millenium Development Goal, kita memasuki era baru, yaitu era Sustainable Development Goals atau disebut juga sebagai SDG's. Sustainable Development Goals ini disahkan oleh 193 perwakilan negara anggota Perserikatan Bangsa Bangsa pada tahun 2015 dengan 17 tujuan dan 169 capaian yang terukur dengan tenggat waktu 15 tahun. Hal ini untuk memastikan bahwa pada tahun 2030 semua orang di dunia dapat menikmati perdamaian dan kemakmuran. Salah satu tujuan dari agenda lanjutan pembangunan dunia dari MDG's ini adalah memastikan pendidikan inklusif yang berkualitas. Yang dimaksud dengan pendidikan inklusif yaitu sistem pendidikan yang dijalankan agar warga negara dapat memperoleh pendidikan di sekolah terdekat, tidak ada pengkhususan kelas yang dimana setiap warga negara usia sekolah belajar bersama sama dengan warga seumurannya di kelas. Selain itu, pendidikan inklusif juga dapat diartikan sebagai pembelajaran yang dilakukan secara aksesibilitas yang mendukung kepada semua warga negara tanpa terkecuali kaum difabel. Sebagaimana proklamasi kemerdekaan tanggal 17 Agustus 1945, mencerdaskan kehidupan bangsa merupakan cita-cita bangsa yang termaktub dalam UUD 1945 pada alinea ke 4. Adanya cita-cita nasional ini terdapat imbas bahwa cita-cita tersebut harus dapat tercapai agar tidak menjadi sebuah wacana nasional yang membuat negara kita dipandang sebelah mata oleh negara lain. Dan dalam meraih cita-cita mencerdaskan kehidupan bangsa, hanya dapat terwujud melalui jalan pendidikan. Pendidikan merupakan sesuatu yang inheren dalam pembentukan masyarakat dan generasi yang cerdas serta berbudaya. Generasi muda yang menjadi penerus bangsa dan agen perubahan harus dibina dan ditempa melalui pendidikan. Adanya serangan globalisasi yang melanda dewasa ini, membutuhkan pendidikan untuk melindungi warga negara dari berbagai pengaruh buruk yang ditimbulkan oleh globalisasi. Dengan kata lain pendidikan adalah hal yang harus diberikan kepada setiap lapisan masyarakat, tidak memandang miskin atau kaya, di desa maupun di kota. Menurut UUD 1945 pasal 31 ayat 1, mendapatkan pendidikan merupakan hak setiap warga negara indonesia. Oleh karena itu jika terdapat warga negara yang tidak memperoleh pendidikan, maka dapat diartikan bahwa hal tersebut termasuk dalam pengingkaran HAM. Akan tetapi pada kenyataannya, pendidikan di indonesia belum sepenuhnya dialokasikan bagi seluruh masyarakat, tidak sedikit generasi penerus bangsa yang tidak dapat mengenyam pendidikan sebagaimana mestinya. Hal ini disebabkan tidak adanya instansi pendidikan dan tenaga pengajar di daerah tersebut, sedangkan sebagian kecil lainnya telah tersedia instansi pendidikan dan tenaga pengajar, namun hanya dalam jumlah yang terbatas. Akibatnya kualitas pendidikan yang diterima masyarakat belum sesuai dengan target SDG' ini dibuat menggunakan pendekatan kualitatif, atau dengan kata lain pengumpulan data berupa analisis dari studi literatur beberapa jurnal, makalah, dan artikel yang membahas mengenai berbagai masalah pendidikan di Indonesia, seperti sistem zonasi, permasalahan kulitas pendidikan, dan pendidikan gratis. Memperoleh pendidikan merupakan hak seluruh masyarakat Indonesia. Oleh karena itu, pemerintah harus lebih memperhatikan pemerataan pendidikan yang ada di Indonesia. Seperti yang telah diketahui bahwa pada tahun 2015 dibentuklah SDG's yang merupakan tujuan pembangunan berkelanjutan untuk menyejahterakan masyarakat dunia termasuk Indonesia. Diantara tujuan SDG's yang telah disepakati, terdapat satu tujuan untuk menciptakan pendidikan yang inklusif, setara, juga mendukung kesempatan belajar seumur hidup bagi semua orang. Pendidikan merupakan suatu yang harus diperhatikan demi perkembangan pembangunan, sebab dasar dari pembangunan yang strategis adalah pendidikan. Hal ini disebabkan karena salah satu tujuan bangsa adalah mencerdaskan kehidupan bangsa. Berjalannya sebuah pendidikan di Indonesia merupakan merupakan salah satu tanggung jawab pemerintah, dalam hal ini pemerintah wajib memfasilitasi pendidikan di Indonesia. Banyak hal yang harus diselesaikan dalam bidang pendidikan, hal ini dikarenakan banyaknya masalah masalah pendidikan yang sedang dialami oleh bangsa benang kusut yang tidak diketahui ujungnya dan harus diurai satu demi satu dengan penuh ketekunan, permasalahan pendidikan di Indonesia tentunya membutuhkan waktu yang tidak singkat untuk mencapai yarget SDG's. Salah satu permasalahan pendidikan Indonesia yaitu mengenai pemerataan pendidikan dan perluasan akses pendidikan. Menurut Riant Nugroho 2008, permasalahan pemerataan pendidikan merupakan hasil turunan dari masalah pemerataan pembangunan nasional. Tidak sedikit masyarakat di Negara Indonesia yang belum mendapatkan pendidikan, terutama bagi anak anak yang berada di daerah-daerah terpencil dan terpelosok yang sulit diakses. Oleh karena itu perlu adanya usaha pemerintah untuk mendirikan sebuah instansi pendidikan yang berkualitas di daerah-daerah terpencil, agar seluruh warga negara dapat terpenuhi haknya untuk memperoleh pendidikan yang berkualitas. 1 2 Lihat Ilmu Sosbud Selengkapnya
peran serta pelajar dalam pemerintahan dapat diwujudkan dengan